Pesawat Tempur Bernyawa: Mengenal Quetzalcoatlus, Hewan Terbang Terbesar Sepanjang Masa.

Dia ini adalah makhluk yang saking gedenya sampai bikin hukum fisika serasa mau menyerah. Bayangkan sebuah pesawat tempur, tapi pesawat itu bukan terbuat dari logam, tapi dari daging, tulang dan otot, terus dia juga hidup dan bisa makan kalian. Nah, itulah Quetzalcoatlus. Dia ini bukan naga dari Game of Thrones, ini adalah makhluk nyata, yang pernah hidup dan beterbangan di Texas.

Dia memegang rekor sebagai hewan terbang terbesar yang pernah ada di sejarah bumi. Gak ada satupun hewan terbang kayak burung, kelelawar, atau serangga purba manapun yang bisa nyamain gedenya. Tingginya pas berdiri di tanah setara dengan jerapah dewasa (kisaran 5 sampai 6 meter). Lebar sayapnya sendiri setara dengan pesawat tempur F-16. Bayangin aja, kalau dia mendarat tepat di tengah-tengah lapangan basket, sayapnya bisa nyentuh kedua ring basketnya sekaligus.

Tapi, yang jadi top 10 pertanyaan yang bikin ilmuwan gak bisa tidur tuh, soal gimana caranya hewan segede ini bisa terbang? Dulu sih ilmuwan pada mikir kalau dia ini cuman bisa meluncur (gliding) dari tebing karena sayap sebesar itu dirasa terlalu besar buat mengepak. Tapi, riset biomekanik terbaru ngebuktiin kalau ternyata dia adalah seekor penerbang aktif yang kuat. Kenapa bisa begitu? Rahasianya ada di cara dia take-off. Dia gak berlari kayak hewan-hewan terbang lainnya, tapi cara dia terbang adalah dengan melompat galah (pole-vaulting). Dia pake otot tangan/sayapnya yang super kekar itu buat melontarkan badannya yang seberat 250kg, ke udara dalam satu hentakan ledakan. One single move only.

Oh iya, satu hal lagi, sama kayak Pteranodon, dia juga bukanlah dinosaurus. Dia Pterosaurus dari keluarga Azhdarchidae. Dia adalah sepupu jauh dinosaurus yang mengambil takhta "penguasa langit" sejati.

Sumber: https://jurassicpark.fandom.com/wiki/Quetzalcoatlus

Data Ilmiah: Spesifikasi Sang Dewa Langit

Nah, dari sini, kita bahas anatomi makhluk yang namanya diambil dari dewa Aztec ini.
Spesies utamanya, Quetzalcoatlus northropi, punya rentang sayap (wingspan) sekitar 10 sampai 11 meter panjangnya, bahkan ada estimasi yang mengatakan bisa sampai 12 meter. Sedangkan saat ia berdiri tegak (quadrupedal), tingginya bisa sekitar 5 sampai 6 meter. Bahunya sendiri sudah lebih tinggi dari manusia. Untuk berat badan nya, ini masih jadi debat panas antar ilmuwan. Estimasi lama bilang dia ringan banget, hanya sekitar 70 kilogram. Tapi model komputer modern nunjukin kalau dia butuh massa otot buat terbang. Estimasi terkini, menempatkan beratnya di kisaran 200 sampai 250 kilogram.

Proporsi tubuh Quetzalcoatlus itu aneh banget layaknya di film kartun. Kepalanya (tengkorak plus paruh) panjangnya bisa sampai 3 meter. Kepalanya doang aja panjangnya udah lebih dari badan manusia. Paruhnya lurus, tajam, dan ompong. Lehernya pun juga panjang dan kaku, gak sefleksibel leher angsa. Struktur leher yang kaku ini penting banget buat nahan beban kepalanya yang berat pas dia terbang, ataupun saat ia nusuk mangsanya di tanah.

Dia adalah anggota terbesar dari famili Azhdarchidae, ciri khas dari keluarga ini adalah lehernya yang panjang, kepala yang berukuran besar, serta kaki yang relatif panjang dibanding pterosaurus lainnya. Kaki panjang, sama telapak tangan kaki yang kecil dan kompak nunjukin kalau mereka juga adaptif buat berjalan di tanah, gak sekedar nangkring di tebing. Hewan segede itu selain terbang, juga terkadang jalan-jalan di tanah.



Sumber : https://dinosaurpictures.org/Quetzalcoatlus-pictures

Awal Mula Penemuan

Penemuan Quetzalcoatlus adalah salah satu gong terbesar di dunia paleontologi pada abad ke-20.
Fosilnya ditemukan pada tahun 1971 oleh seorang mahasiswa geologi bernama Douglas Lawson dari University of Texas. Waktu itu dia sedang riset lapangan di Big Bend National Park, Texas. Di sebuah sungai kering, dia nemuin tulang sayap yang ukurannya bisa dibilang gak masuk akal. Awalnya dia mengira ini tulang sayap Pteranodon, tapi setelah di ukur dan di rekonstruksi, Lawson sadar kalau dia baru aja nemuin pterosaurus yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari Pteranodon.

Kemudian pada tahun 1975, Lawson resmi menamainya sebagai Quetzalcoatlus northropi. Quetzalcoatlus, atau genusnya, diambil dari nama dewa Aztec Quetzalcoatl yang memiliki wujud "Ular Bersayap". Nama yang cocok buat reptil terbang raksasa. Sedangkan untuk nama spesiesnya, northropi, diambil dari nama John Knudsen Northrop, pendiri perusahaan pesawat Northrop yang terkenal dengan desain pesawat sayap-terbang seperti B-2 Bomber. Desain pesawat Northrop dianggap mirip sama anatomi pterosaurus raksasa ini, bedanya tanpa ekor aja.

Penemuan ini sempat mengguncang dunia karena sebelumnya ilmuwan yakin kalau batas maksimal hewan yang bisa terbang itu ya seukuran Pteranodon aja. Tapi, Quetzalcoatlus membuktikan kalau batas biologi bisa jauh lebih ekstrim dari dugaan kita.

Fosil Quetzalcoatlus, Houston Museum of Natural Science. Sumber: wikipedia

Ilustrasi Quetzalcoatl. Sumber: wikipedia

Kehidupan dan Kepunahan

Banyak yang mengira Quetzalcoatlus ini hidup di laut, karena Pteranodon dulu hidup di laut dan makan ikan. Padahal aslinya, Quetzalcoatlus ini hidup di dataran banjir semi-kering dan hutan terbuka. Karena saat itu juga fosil dari Quetzalcoatlus ditemukan di endapan daratan, jauh dari garis pantai purba pada saat itu.

Terus, untuk bertahan hidup, apa yang ia santap? Quetzalcoatlus ini adalah Terrestrial Stalker (Pemangsa Darat). Bayangkan, burung bangau, tapi ukurannya segede jerapah. Quetzalcoatlus berjalan dengan keempat kakinya di padang rumput, memanfaatkan ketinggiannya buat nyari mangsa yang bersembunyi di semak-semak. Begitu mangsanya terlihat, dia bakal langsung nyamber pakai paruhnya yang sepanjang tombak itu dengan gerakan cepat. One move only. Jadi sebenarnya apa yang dia mangsa? Ya, bisa kadal, mamalia kecil, dan satu menu favoritnya, yakni bayi dinosaurus. Bisa dibilang dia ini adalah mimpi buruk para dinosaurus pada saat itu. Bayi T-Rex atau bayi Alamosaurus yang lengah bisa langsung dicaplok dan ditelan bulat-bulat. Dia adalah apex predator di kelasnya.

Meskipun banyak berjalan di tanah, dia tetaplah seekor penerbang ulung. Dengan sayap selebar 10 meter dan memanfaatkan arus thermal, Quetzalcoatlus diperkirakan bisa terbang ribuan kilometer tanpa harus mendarat sekalipun. Dia juga bisa dengan santainya menyebrang antar benua ataupun antar samudra. Ini juga ngasih penjelasan kenapa persebaran keluarga Azhdarchidae bisa ada di seluruh dunia (Amerika, Eropa, Asia, Afrika).

Berbeda dengan Pteranodon yang udah punah duluan, Quetzalcoatlus ini bisa bertahan hidup sampai detik-detik terakhir era Mesozoikum. Dia hidup di akhir Zaman Kapur (Maastrichtian), sekitar 68-66 juta tahun yang lalu. DIa jadi saksi mata langsung datangnya asteroid Chicxulub. Sayang seribu sayang, ukuran besar yang diagung-agungkan itu malah jadi kutukan buatnya. Hewan sebesar itukan pasti butuh banget kalori yang masif. Nah pas asteroidnya menghantam bumi, dan memicu "musim dingin nukir", sumber makanannya, alias dinosaurus kecil-kecil itu pada mati. Lagi-lagi meteor meruntuhkan rantai makanan para makhluk yang dibahas disini. Kepunahannya menandai berakhirnya era reptil terbang untuk selamanya, menyisakan langit buat dikuasai oleh sepupu kecil mereka yang berbulu, yakni burung.

Sekian untuk pembahasan Quetzalcoatlus kali ini. Kalau ada saran, atau mungkin request, bisa ditulis di kolom komentar ya teman-teman. Terima kasih sudah membaca tulisan kali ini, dan sampai jumpa di kesempatan selanjutnya, Ciao!

Comments

Popular posts from this blog

Mosasaurus, si "T-Rex lautan".

Special Segment Talk!

Dinosaurus ini giginya ada 500?!