Walaupun Sering Digambarkan Satu Tongkrongan, Ternyata Dia Bukan Dinosaurus?

Let's say ada satu waktu, kalian diminta buat gambar dinosaurus terbang, kita yakin banget kalo 99% yang pertama kali kalian gambar pasti Pteranodon. Dia tuh bisa dibilang sebuah ikon, legenda, dan juga selebriti di dunia prasejarah. Tapi nih, kenyataannya, Pteranodon itu bukanlah seekor dinosaurus. Karena ya, dinosaurus itu definisi biologisnya spesifik (punya pinggul berlubang, kaki tegak dibawah badan, dan lain sebagainya.) Sedangkan si Pteranodon sendiri tuh, dia adalah seekor Pterosaurus, alias reptil terbang. Mereka bisa dibilang merupakan sepupunya dinosaurus, bukan dinosaurus.

Hal unik lainnya, ada di namanya. Pteranodon sendiri tuh artinya "Sayap Tanpa Gigi". Namanya jelas tuh, "tanpa gigi". Tapi kalo kalian lihat di kartun-kartun, ataupun di film Jurassic Park, mereka digambarin punya gigi yang tajam buat nyerang orang. Padahal sebenarnya, paruhnya itu 100% ompong, mulus, dan tajam. Mereka gak butuh gigi karena mereka bisa langsung nelan makanannya bulat-bulat.

Hal lain yang bisa dibilang paling ikonik ini tentu saja jambul di belakang kepalanya. Dulu ilmuwan sering mikir kalo jambul ini tuh buat kemudi terbang. Tapi ternyata, setelah didalami dan dicari tau itu buat apa, ternyata aksesoris buat gaya-gayaan aja. Tandanya, kalo pteranodon jantan itu, jambulnya gede banget, sedangkan pteranodon betina, jambulnya biasanya kecil atau bahkan gak ada sama sekali.

Sumber: jurassicpark.fandom.com/wiki/Pteranodon

Data Ilmiah: Pesawat Glider Alami

Yak, disini kita bakal bahas spesifikasi biologisnya. Secara fisik, Pteranodon longiceps adalah mahakarya teknik penerbangan alami. Dia bukan burung, dan bukan juga kelelawar. Desain sayap yang dia miliki berbeda.
Pteranodon jantan dewasa punya rentang sayap yang bisa mencapai 6 sampai 7 meter. Sedangkan yang betina sendiri, hanya sekitar 3 sampai 4 meter. Gede banget yah keliatannya, tapi dibalik rentang sayap yang gede itu, beratnya sendiri diperkirakan cuman 20 sampai 35 kilogram. Kenapa bisa begitu? Karena tulangnya berongga, dan dinding tulangnya tipis setipis kertas karton. Kalau saja tulangnya padat kaya manusia, dia gak akan bisa lepas landas. Tubuhnya sendiri di desain seringan mungkin buat melayang di arus angin laut.

Adapun spesifikasi lainnya, yakni struktur sayapnya. Struktur sayapnya ini terbuat dari selaput kulit alot dan otot-otot tipis(patagium) yang membentang dari tubuh ke jari manisnya. Pterosaurus punya jari keempat yang memanjang drastis buat jadi tiang sayapnya. Sementara tiga jari-jari kecil lain yang kayak cakar itu dipake buat manjat atau nggak jalan di tanah.

Fakta lain, adalah scan tengkorak yang menunjukkan kalau Pteranodon punya bagian otak bernama flocculus yang sangat besar. Bagian ini berfungsi buat menghandle keseimbangan dan proses visual. Artinya, mereka punya sistem autopilot canggih di otaknya buat memproses angin, navigasi, dan ngeliat mangsa dari ketinggian.

Sumber: Ensiklopedia Britannica

Awal Mula Penemuan

Pteranodon adalah salah satu fosil pterosaurus yang paling banyak ditemukan di dunia, dan sejarahnya lekat banget sama era "Bone Wars" di Amerika Serikat.

Fosil Pteranodon pertama kali ditemukan di Smoky Hill Chalk pada tahun 1870 oleh Othniel Charles Marsh, seorang paleontolog kaya raya dari Yale University. Lokasinya ada di Kansas, Amerika Serikat. Nah, 85 juta tahun yang lalu, Kansas ini ada di dasar laut. Wilayah itu dulu bernama Western Interior Seaway, lautan dangkal yang membelah Amerika Utara jadi dua. Maka dari itu, fosil Pteranodon disana banyak ditemukan bareng fosil ikan, hiu, dan Mosasaurus.

Sampai sekarang, ada lebih dari 1.000 spesimen Pteranodon yang udah ditemuin. Hal ini membuat Pteranodon jadi salah satu hewan prasejarah yang datanya paling lengkap. Kita punya fosil dari bayi, remaja, dewasa, jantan sampai betina. Bahkan kita juga punya fosil tulang panggul betina yang lebih besar, yang membuktikan perbedaan jenis kelamin mereka secara nyata.

Replika fosil Pteranodon dewasa. Sumber: wikipedia, Matt Martyniuk

Kehidupan dan Kepunahan

Pteranodon menghabiskan sebagian besar hidupnya terbang di atas lautan lepas, mereka memanfaatkan arus angin panas (thermal) buat melayang berjam-jam tanpa perlu mengepakkan sayap sama sekali. Benar-benar mode power saving. Dia jarang banget buat turun ke daratan, kecuali buat kawin dan bersarang di tebing-tebing batu karang.

Untuk makanannya sendiri, dia fish enjoyer. Alias karnivora. Fosil isi perutnya penuh dengan sisa-sisa tulang ikan dan sisik. Dulu para ilmuwan berpikir kalau caranya makan adalah dengan nyerok ikan sambil terbang rendah (skim-feeding) kayak burung skimmer. Tapi kemudian simulasi komputer menunjukkan, kalau dia ngelakuin hal itu, lehernya bakal patah kena gaya gesek air. 

Karena adanya pebedaan ukuran jambul yang mencolok antara jantan dan betina, Pteranodon kemungkinan besar hewan poligami yang hidup berkoloni. Para pejantan yang berjambul besar (Alpha) bakal bersaing dengan cara pamer jambul dan ukuran buat menguasai wilayah sarang dan ngumpulin harem betina.

Nah, selanjutnya untuk kepunahan. Perlu diketahui kalau Pteranodon ini tidak punah gara-gara asteroid. Pteranodon hidup di zaman Kapur Akhir (sekitar 86-84 juta tahun lalu). Bisa dibilang, mereka punah sekitar 20 juta tahun sebelum asteroid Chicxulub menghantam bumi. Terus, kenapa mereka bisa punah? Kemungkinan besar karena suksesi ekologi. Karena menjelang akhir zaman dinosaurus, muncul jenis pterosaurus baru yang lebih besar dan mengerikan, yaitu dari keluarga Azhdarchidae (seperti Quetzalcoatlus). Di saat yang sama, burung-burung purba sejati makin banyak dan jago terbang. Pteranodon disini situasinya jadi canggung. Posisi mereka sebagai penguasa langit perlahan digeser oleh burung-burung yang lebih lincah dan Azhdarchid yang lebih adaptif. Jadi pas asteroid datang, Pteranodon sebenarnya udah lama nyatu dengan tanah.

Yak, segini dulu sepertinya untuk pembahasan soal Pteranodon, ngga banyak yang bisa kita bahas dari Pteranodon, ya walaupun banyak fosil-fosil yang sudah ditemukan. Kalau teman-teman ada request, saran, atau masukan, boleh banget bisa ditulis di kolom komentar. Terimakasih sudah membaca, dan sampai jumpa di kesempatan selanjutnya, ciao!

Comments

Popular posts from this blog

Mosasaurus, si "T-Rex lautan".

Special Segment Talk!

Dinosaurus ini giginya ada 500?!