Walaupun Sering Digambarkan Satu Tongkrongan, Ternyata Dia Bukan Dinosaurus?
Let's say ada satu waktu, kalian diminta buat gambar dinosaurus terbang, kita yakin banget kalo 99% yang pertama kali kalian gambar pasti Pteranodon. Dia tuh bisa dibilang sebuah ikon, legenda, dan juga selebriti di dunia prasejarah. Tapi nih, kenyataannya, Pteranodon itu bukanlah seekor dinosaurus. Karena ya, dinosaurus itu definisi biologisnya spesifik (punya pinggul berlubang, kaki tegak dibawah badan, dan lain sebagainya.) Sedangkan si Pteranodon sendiri tuh, dia adalah seekor Pterosaurus, alias reptil terbang. Mereka bisa dibilang merupakan sepupunya dinosaurus, bukan dinosaurus.
Hal unik lainnya, ada di namanya. Pteranodon sendiri tuh artinya "Sayap Tanpa Gigi". Namanya jelas tuh, "tanpa gigi". Tapi kalo kalian lihat di kartun-kartun, ataupun di film Jurassic Park, mereka digambarin punya gigi yang tajam buat nyerang orang. Padahal sebenarnya, paruhnya itu 100% ompong, mulus, dan tajam. Mereka gak butuh gigi karena mereka bisa langsung nelan makanannya bulat-bulat.
Hal lain yang bisa dibilang paling ikonik ini tentu saja jambul di belakang kepalanya. Dulu ilmuwan sering mikir kalo jambul ini tuh buat kemudi terbang. Tapi ternyata, setelah didalami dan dicari tau itu buat apa, ternyata aksesoris buat gaya-gayaan aja. Tandanya, kalo pteranodon jantan itu, jambulnya gede banget, sedangkan pteranodon betina, jambulnya biasanya kecil atau bahkan gak ada sama sekali.
Data Ilmiah: Pesawat Glider Alami
Adapun spesifikasi lainnya, yakni struktur sayapnya. Struktur sayapnya ini terbuat dari selaput kulit alot dan otot-otot tipis(patagium) yang membentang dari tubuh ke jari manisnya. Pterosaurus punya jari keempat yang memanjang drastis buat jadi tiang sayapnya. Sementara tiga jari-jari kecil lain yang kayak cakar itu dipake buat manjat atau nggak jalan di tanah.
Fakta lain, adalah scan tengkorak yang menunjukkan kalau Pteranodon punya bagian otak bernama flocculus yang sangat besar. Bagian ini berfungsi buat menghandle keseimbangan dan proses visual. Artinya, mereka punya sistem autopilot canggih di otaknya buat memproses angin, navigasi, dan ngeliat mangsa dari ketinggian.
Awal Mula Penemuan
Kehidupan dan Kepunahan
Pteranodon menghabiskan sebagian besar hidupnya terbang di atas lautan lepas, mereka memanfaatkan arus angin panas (thermal) buat melayang berjam-jam tanpa perlu mengepakkan sayap sama sekali. Benar-benar mode power saving. Dia jarang banget buat turun ke daratan, kecuali buat kawin dan bersarang di tebing-tebing batu karang.
Untuk makanannya sendiri, dia fish enjoyer. Alias karnivora. Fosil isi perutnya penuh dengan sisa-sisa tulang ikan dan sisik. Dulu para ilmuwan berpikir kalau caranya makan adalah dengan nyerok ikan sambil terbang rendah (skim-feeding) kayak burung skimmer. Tapi kemudian simulasi komputer menunjukkan, kalau dia ngelakuin hal itu, lehernya bakal patah kena gaya gesek air.
Karena adanya pebedaan ukuran jambul yang mencolok antara jantan dan betina, Pteranodon kemungkinan besar hewan poligami yang hidup berkoloni. Para pejantan yang berjambul besar (Alpha) bakal bersaing dengan cara pamer jambul dan ukuran buat menguasai wilayah sarang dan ngumpulin harem betina.
Nah, selanjutnya untuk kepunahan. Perlu diketahui kalau Pteranodon ini tidak punah gara-gara asteroid. Pteranodon hidup di zaman Kapur Akhir (sekitar 86-84 juta tahun lalu). Bisa dibilang, mereka punah sekitar 20 juta tahun sebelum asteroid Chicxulub menghantam bumi. Terus, kenapa mereka bisa punah? Kemungkinan besar karena suksesi ekologi. Karena menjelang akhir zaman dinosaurus, muncul jenis pterosaurus baru yang lebih besar dan mengerikan, yaitu dari keluarga Azhdarchidae (seperti Quetzalcoatlus). Di saat yang sama, burung-burung purba sejati makin banyak dan jago terbang. Pteranodon disini situasinya jadi canggung. Posisi mereka sebagai penguasa langit perlahan digeser oleh burung-burung yang lebih lincah dan Azhdarchid yang lebih adaptif. Jadi pas asteroid datang, Pteranodon sebenarnya udah lama nyatu dengan tanah.
Yak, segini dulu sepertinya untuk pembahasan soal Pteranodon, ngga banyak yang bisa kita bahas dari Pteranodon, ya walaupun banyak fosil-fosil yang sudah ditemukan. Kalau teman-teman ada request, saran, atau masukan, boleh banget bisa ditulis di kolom komentar. Terimakasih sudah membaca, dan sampai jumpa di kesempatan selanjutnya, ciao!
Comments
Post a Comment